Entri yang Diunggulkan

TESTIMONI PUPUK ORGANIK NASA

Testi VITERNA ( vitamin ternak ) dan pupuk NASA Oleh mas Larto. Kamu kapan mau buktiin ????

Minggu, 24 Juli 2016

POC NASA (Pupuk organik cair)

Manfaat Pupuk Organik Cair Nasa adalah sebagai berikut:

•Meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas tanaman dan kelestarian lingkungan.

•Menggemburkan tanah yang sebelumnya keras karena residu pupuk kimia.

•Mengurai dan melarutkan sisa pupuk kimia di dalam tanah sehingga bisa dimanffaatkan lagi oeh tanaman.

•Mengandung unsur Makro dan Mikro lengkap yang dibutuhkan tanaman.

•Mengurangi penggunaan NPK 12,5%-25%
1 liter POC NASA setara kandungan unsur hara 1 ton pupuk kandang.

•Memacu pertumbuhan tanaman dan akar termasuk merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan karena sudah mengandung hormon.

•Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, penicilium glaucum).

•Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.

•Meningkatkan bobot unggas seperti ayam dan bebek, ternak besar seperti sapi dan kambing, ikan dan udang.

•Meningkatkan nafsu makan ternak termasuk unggas, ikan/udang.
Membantu pembentukan plankton pakan alami ikan dan udang.


Tersedia dalam ukuran
250cc & 500cc



hubungi kami.
SEKARANG !

Whatsapp📱 087705222697 

Minggu, 17 Juli 2016

HARMONIK | pupuk organik nasa

HARMONIK adalah Zat Pengatur Tumbuh atau hormon organik salah satu produk pertanian unggulan produksi PT. Natural Nusantara (NASA). HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.

HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.

HORMONIK tidak membahayakan (aman) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

CARA PAKAI :

Dosis : 1 – 2 cc HORMONIK per 1 liter air.
Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA ( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki.

Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.

*Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).

**Unggas : 1 botol (500 cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 – 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.

DAYA GUNA :

•Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.

•Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.

•Mengurangi kerontokan bunga dan buah.

•Membantu pertumbuhan tunas .

•Membantu pertumbuhan akar

•Memacu pembesaran umbi.

•Meningkatkan keawetan hasil panen.

•Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

Tersedia :
} ukuran 100cc & 500cc

________________________________________
Sedia : pupuk organik NASA, original 100% & beberapa benih .
Inbok📩 / whatsapp📲087705222697

Rabu, 22 Juni 2016

POWER nutrition NASA ( pupuk organik untuk buah )

** POWER Nutrition

merupakan produk pupuk organik khusus untuk tanaman buah ( kelapa sawit, mangga, kopi, kakao, jeruk, durian, apel, rambutan, anggur, dll ) dari PT. NATURAL NUSANTARA,

POWER Nutrition dibuat dari bahan alami pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman.

POWER Nutrition dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah - buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)

Legalitas: No. Reg. IDM 000016092.

POWER Nutrition meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
POWER Nutrition membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
POWER Nutrition mengurangi kebutuhan pupuk  makro (N, P dan K)   hingga + 75% - 90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme  tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

**Cara Penggunaan POWER Nutrition :

*Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
*Siramkan ke sekeliling batang tanaman.

Pemupukan dilakukan 3 - 4 bulan sekali.
Pada musim kemarau pohon disiram air 2 - 4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.
Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% - 90%
( Bisa juga di tabur langsung bersamaan dengan pupuk NPK dengan dosis 25 - 40gr / pohon )
  
penggunaan pupuk NPK bisa pengurangan hingga 75% bisa dilihat dari kondisi tanaman.


NB : Aplikasi POWER NUTRITION bisa Bersamaan Dengan SUPERNASA / SUPERNASA GRANULE untuk Tanaman Buah

**Kandungan Unsur yang ada dalam POWER Nutrition :

N 2,04%; P2O5 1,19%; K2O 4,14%; Ca 2,56%; S 1,09%; Mg 2,36%; Mn  612,60 ppm; Fe 0,25%;Cu 223,44 ppm; Zn 131,77 ppm; Na 0,28%; B 0,06%; Si 8,94%;Co 7,68 ppm; Cr 3,73 ppm; Al 0,81 ppm; SO4  3,27%; C/N ratio 10,72%; pH 6,00; Protein 13,38%; k.a 9,55%; Karbohidrat 15,95%; Asam Humat 0,57%; C Organik 22,94%; Bebas Logam Berat (Pb, Cd, Hg, As); Bebas Mikroba (E. Coli, Salmonella).


POWER NUTRITION
tersedia dalam ukuran:
  • * 250cc
  • * 500cc
  • * 3kg


fast respon : WHATSAPP 087705222697

Senin, 20 Juni 2016

pupuk organik NASA untuk Sayur dan Buah

POC NASA 250cc
harmonik 100cc
Supernasa 250cc
Power nutrion 250gr

**untuk 1hektar lahan -+(5paket)

#Cara Aplikasi:

Sebelum disemai, rendam benih dengan Air hangat, per 5 liter air + POC NASA 1 tutup. rendam selama 1 malam. Setelah itu diperam hingga berkecambah, kemudian disemai.

bibit umur 1 minggu, semprot ke daun pagi hari per tangki + POC NASA 3 tutup.

Sehari sebelum bibit dipindah ke lahan, kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan + NPK 1 sendok makan + Air 10 liter, gunakan gembor.

Pemupukan rutin dilakukan tiap 1 minggu sekali: per tangki + POC NASA 4 tutup + HORMONIK 1 tutup. semprot ke daun pada pagi hari ketika tanaman sedang fotosistesa (memasak makanan) sebelum jam 10 pagi.

Pemupukan lewat daun efektif karena sasaran semprot adalah stomata (dapur tanaman) yang terletak di tepi bawah daun yang pada pagi hari terbuka saat fotosintesa.

Menjelang muncul bunga, kocorkan POWER NUTRITION 1 sdm + NPK 1 sdm + AIR 10 Liter, aduk merata. siram ke akar 1/2 cangkir kecil. interval 1 - 2 bulan sekali.

Hubungi kami :
whatsapp 087705222697

TESTIMONI PUPUK ORGANIK NASA

Testi VITERNA ( vitamin ternak )
dan pupuk NASA
Oleh mas Larto.

Kamu kapan mau buktiin ????

Greenstar Pupuk organik Nasa

Pupuk organik serbuk GREENSTAR Merupakan Produk Pertanian pupuk organik yang murni dibuat dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna.

Kandungan unsur hara yang terkandung di dalamnya baik unsur macro maupun micro sangat berperan dalam perkembangan tanaman.

Dengan fungsi utama meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan (aspek K3). GREENSTAR dapat diaplikasikan untuk tanaman semusim, buah/tahunan, tanaman hias maupun pembibitan.

GREENSTAR juga mengandung hormon/zat pengatur tumbuh yang sangat dibutuhkan tanaman. Dengan penggunaan GREENSTAR, pupuk macro (NPK) dapat dikurangi 25%.

Dengan kemasan yang praktis, sederhana, ringan semakin mudah dan cepat dalam pengaplikasian di lapangan.

**Produk Nasa GREENSTAR dikemas dalam bentuk sachet (20gr).
1 Dos berisi 3 sachet yang

disesuaikan dengan dosis sekali aplikasi untuk lahan seluas 1000 m2.
Pupuk ini dibuat dengan pengawasan yang sangat teliti sehingga produk ini sangat aman untuk lingkungan, bebas logam berat (Ph, Cd,Hg,As), bebas microba E-coli, salmonela serta bebas dari bahan ikutan/pengotor.

Kelebihan Pupuk Organik GREENSTAR

Berguna untuk semua jenis tanaman pangan, buah dan palawija
Dapat di aplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan
Dapat meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
Dikemas unik, aplikasi lebih praktis & super ekonomis & didalamnya berisi 3 sachet dengan hasil panen melimpah
Mengurangi pemakaian pupuk macro hingga 25%

**KOMPOSISI KANDUNGAN GREENSTAR

N 1.40%, P2O5 0.43%, K2O 1.13%, C Organik 14.55%, Kadar Air 7.43%, C/N ratio 10.39%, Zn 9.77 ppm, Cu 6.32 ppm, S 3.58%, Mn 7.03 ppm, Ca 0.1%, B 0.17%, Fe 0.02%, Mg 0.04%, Cl 0.98%, Na 0.12 ppm, Si 0.01 ppm, NaCl 1.61 ppm, SO4 10.71%, pH 6.8, Lemak 0.04%, Protein 8.75%, Karbohidrat 81.75%

KANDUNGAN LAIN GREENSTAR

Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.
Bebas Logam Berat ( Pb, Cd, Hg, As ) dan Bebas Mikroba ( E. Coll, Salmonella) serta
bebas bahan ikutan/pengotor

**Cara dan Aturan Pakai

- 1 sachet (20gr) dilarutkan dalam tangki semprot (14-17 liter air)

-  3 sachet bisa diaplikasikan untuk lahan seluas 1000 m2
1 musim tanam (sekitar 4 bulan) 2-3 kali aplikasi, interval penyemprotan 15 hari.

-Untuk mendapatkan hasil yang maksimal bisa ditambahkan dengan produk NASA AERO-810 sebanyak 5 cc per tangki.

- AERO-810 merupakan perekat perata agar pupuk menyebar lebih rata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat di daun, dengan kata lain pada penggunaan AERO pemupukan akan menjadi lebih efisien.

-Untuk aplikasi pada Pembibitan : 1 sachet (20gr) bisa disemprotkan untuk 1000 s/d 2000 polibag

- Untuk Tanaman Hias : 1-2 gram GREENSTAR per 1 liter air dengan cara disemprotkan ke daun ataupun bisa juga disiram ke media tanam dengan interval waktu 1-2 minggu sekali.

Idr 50k

minat beralih  ke pupuk organik???
hubungi kami

Whatsapp : 087705222697

Kamis, 09 Juni 2016

Budidaya timun dg Pupuk NASA

^_^ A. PENDAHULUAN

Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).

B. SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 – 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 – 1.200 mdpl.

2. Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Pembibitan

Siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.

Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.

Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.
Pengolahan Media Tanam

Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
Berikan kalsit/dolomit pH tanah 6
Penanaman

Siram bibit dalam polibag dengan air
Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.
Pemeliharaan Tanaman

Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.

Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -

Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

        
D. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver). Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.

b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon). Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.

c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.). Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT.

d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover). Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA

2. Penyakit
a. Busuk daun (Downy mildew). Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

b. Penyakit tepung (Powdery mildew ). Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

c. Antraknose. Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Bercak daun bersudut. Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

e. Virus. Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

f. Kudis (Scab). Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

g. Busuk buah. Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C.
Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

-------------------------------
Sedia pupuk organik NASA
WHATSAPP : 087705222697
bit.ly/richyssHERBALIST

Rabu, 08 Juni 2016

Pupuk HARMONIK NASA

HORMONIK
merupakan produk Hormon yang bersifat organik yang diproduksi oleh PT Natural Nusantara.

Hormon yang terkandung di dalam produk HORMONIK Nasa ini adalah senyawa alami Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin.

Produk HORMONIK ini diproses dengan formula khusus dari bahan alami yang sangat dibutuhkan semua jenis tanaman.
Produk hormon organik dari Nasa ini sangat aman digunakan baik bagi kesehatan manusia, binatang maupun kesehatan lingkungan.

Manfaat dan Kegunaan Hormonik Nasa

•mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar

•memperbesar dan memperbanyak umbi

•mengurangi kerontokan pada bunga dan buah

•memperbesar dan memperbanyak buah

•meningkatkan keawetan hasil panen

•memacu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak.

**Cara Pemakaian Hormonik Nasa

Kocok dahulu sebelum digunakan
Dosis : 1 – 2 cc HORMONIK
per 1 liter air.
Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC Nasa (dosis 1 tutup Hormonik + 3 tutup POC Nasa ) per tangki.

***Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.

Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.

Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
Unggas : 1 – 2 tutup Hormonik + 1 botol (500 cc) POC Nasa / Viterna Plus, kemudian 1-2 cc dari campuran tersebut dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.

HORMONIK mempunyai dosis yang lebih lebar sehingga apabila dalam penggunaannya ada kelebihan dosis, maka tidak akan membahayakan tanaman.

Produk hormon organik ini mudah terurai oleh alam sehingga aman bagi kesehatan ligkungan dan juga manusia.

pupuk Harmonik tersedia dalam takaran
•100cc
•500cc

=============================
Sedia pupuk organik NASA
PIN BBM      : 5C3C4282
WHATSAPP : 087705222697

Senin, 06 Juni 2016

Budidaya mangga dg pupuk organik Nasa

Budidaya buah mangga adalah peluang yang cukup baik, hal ini dikarenakan produksi yang ada saat ini ternyata masih belum mampu memenuhi permintaan pasar, terutama untuk pasar luar negeri.

Selain itu untuk kualitas juga masih kalah bersaing dan produktivitasnya yang masih rendah.

Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan teknik budidaya mangga yang kurang maksimal.

Karena hal ini PT Natural Nusantara melalui teknologi Nasa nya diharapkan dapat mengatasi masalah produksi mangga secara optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Serta dari segi aspek kelestarian (Aspek K-3) sehingga para Petani mangga Indonesia dapat bersaing dalam pasar bebas.

•> LANGKAH – LANGKAH TEKNIK BUDIDAYA MANGGA

Pohon mangga tumbuh baik dengan struktur tanah remah berbutir – butir dan pada lapisan tanah yang tebal dengan ketinggian antara 50 – 300 mdpl.

Untuk itu mengetahui kondisi tanah juga merupakan salah satu
teknik budidaya mangga . Untuk jenis buah mangga yang memiliki nilai jual tinggi diantaranya adalah mangga
Arumanis 143 dan Gadung 21 .

Selain itu beberapa jenis mangga lainnya adalah manalagi 69, Chokanan,
Lalijowo dan Golek 31 .

=> Persiapan Lahan

Untuk lubang tanam pada pohon mangga dibuat 1-2 bulan sebelum penanaman dengan ukuran 1 meter x 1 meter x 1 meter dengan jarak tanamnya 6 meter x 8 meter.

Kemudian 2 minggu sebelum masa penanaman, campurkan tanah galian lubang dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 dan masukan kembali ke lubang galian. Agar lebih optimal siramkan Pupuk Organik Padat Supernasa dengan dosis 0,5 per sdm + 5 liter air per pohon.

Penanaman Bibit Mangga
Untuk penanaman yang baik pada awal musim hujan. Lepaskan kantong plastik pada bibit mangga. Untuk kedalaman tanam bibit sekitar 15 – 20 cm diatas leher akar, kemudian tekan tanah sekitar tanaman agar bibit tidak roboh.

Kemudian berikan naungan dengan posisinya miring ke arah barat dan kemudian dikurangi sedikit demi sedikit.

Pemupukan Tanaman Mangga
Pemberian pupuk kandang dilakukan pertama kali pada awal musim hujan dengan cara dibenamkan pada sekitar tanaman selebar tajuk tanaman atau selebar lubang gali sisi tanaman.

Untuk tanaman mangga yang berusia 1-5 tahun pemberian pupuk kandang sebanyak 30 kg pupuk, tanaman mangga usia 6-15 tahun pemberian pupuk kandang sebanyak 60 kg.

#Untuk lebih optimal tambahkan
Pupuk Organik Padat Supernasa dengan dosis :

•Pilihan 1 = Gunakan Supernasa sebanyak 0,5 sendok makan per 5 liter air tiap tanaman.

•Pilihan 2 = Encerkan 1 botol
Supernasa dengan 2 liter air untuk dijadikan larutan induk.

Kemudian campurkan 20 ml larutan induk bersama 1 liter air. Gunakan campuran tersebut untuk menyiram per tanaman.

Pada pemberian Pupuk Organik Padat Supernasa berikutnya diberikan setiap 3-4 bulan sekali. Untuk penyemprotan gunakan
POC Nasa sebanyak 4-5 tutup botol per tangki atau agar lebih optimal gunakan POC Nasa sebanyak 3-4 tutup botol ditambah 1 tutup botol
Hormonik per tangki penyemprotan setiap 1-3 bulan sekali. Untuk pemberian pupuk NPK dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni diawal bulan November – Desember dan akhir musim hujan antara bulan April-Mei.

>> Pemangkasan Tanaman Mangga
Dalam pemangkasan tanaman mangga dilakukan dengan 3 tahap, yakni :

1. Tahap Pertama , Pada usia 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dilakukan pemangkasan pada batang dengan memotong batangnya setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah, dan pemotongannya dilakukan diatas bidang sambungan. Kemudian dari cabang yang telah tumbuh dipelihara sebanyak 3 cabang yang arahnya menyebar.

2. Tahap Kedua , setelah cabang berusia 2 tahun lakukan pemangkasan pada ketiga cabang tersebut, yakni dengan menyisakan 1-2 ruas (pupus). Kemudian tunas yang telah tumbuh pada masing – masing cabang dipelihara sebanyak 3 tunas. Dari pemangkasan yang telah dilakukan maka akan diperoleh pohon mangga dengan rumus 1-3-9.

3. Tahap Ketiga , Setelah usia 3 tahun dilakukan pemangkasan seperti pada tahap yang kedua, namun tunas yang telah tumbuh dipelihara semuanya untuk produksi buah mangga.

>> Pemeliharaan Tanaman Mangga

1. Pangkas Produksi
Pangkas produksi ini dilakukan segera setelah panen, yakni dengan memotong cabang kering (mati), cabang yang tumbuhnya kedalam atau kebawah, cabang air atau cabang yang tidak dapat memproduksi buah.

2. Pendangiran
Pendangiran dilakukan setahun 2 kali, yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Pendangiran dilakukan dengan cara membalik tanah pada sekitar kaca tanaman supaya patogen yang terdapat didalam tanah mati.

3. Pemberian Mulsa (Mulching)
Pada akhir musim hujan diberikan mulsa dengan menggunakan jerami atau sisa pemangkasan atau tanaman sela.

4. Pengendalian Gulma
Minimal setiap 3 tahun sekali lakukan pengendalian gulma.

5. Induksi Bunga
Gunakan Pupuk Organik Padat Supernasa dengan dosis 1-2 sendok per pohon dicampur menggunakan 10 liter air, siramkan keseluruh bagian bawah kanopi pohon setelah pupus kedua, yakni antara bulan Februari – Maret. Dan semprotkan POC Nasa dengan dosis 3-4 tutup botol ditambah 1 tutup botol Hormonik per tangki.

Hal ini dilakukan untuk merangsang pembungaan.
Pengelolaan Bunga Dan Buah Mangga
Untuk pengelolaan buah dan bunga dilakukan 4 kali, yakni pada saat bud break, bud elongation, mango size/kacang hijau dan marble size/jagung.

>> Untuk penggunaan pupuknya adalah sebagai berikut:

1. Monokalsium Phospat (MKP), pemberian pada saat bud break atau sebelum muncul tunas baru dan bud elongation dengan dosis pemberian 2,5 gram/liter.

2. POC Nasa, pemberian pada saat bud break dan bud elongation dengan dosis 4 – 5 tutup botol per tangki.

3. POC Nasa 3-4 tutup botol +
Hormonik 1 tutup botol per tangki pemberian pada saat mango size dan marble size.

4. Power Nutrition digunakan untuk meningkatkan pembuahan, mengurangi terjadinya kerontokan pada bunga dan buah. Untuk cara penggunaannya yakni, sebanyak 3 sdm Power Nutrition larutkan dengan 10 liter air. Kemudian siram pada bagian perakaran sekitar pada pagi hari dan sore. Supaya meresap lebih optimal Gunakan AERO 810 kedalam larutan Power Nutrition tadi.

•> HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MANGGA

•Tip Borer (Clumetia transversa)
Jenis hama ini berupa ulat yang menggerak bagian pucuk tanaman yang masih muda/flush dan malai bunga dengan menggerek bagian tunas menuju kebawah. Akibatnya malai bunga maupun tunas daun menjadi layu dan kering, sehingga transportasi unsur hara yang dibutuhkan untuk peryumbuhan tunas atau malai bunga terhenti dan mati.

Untuk penanganannya, potong bagian cabang atau tunas yang telah terinfeksi kemudian bakar. Lakukan pendangiran untuk membunuh pupa, kemudian semprot menggunakan
Pestona.

• Thrips (Scirtothrips dorsalis)
Thrips merupakan jenis hama yang memiliki garis merah pada bagian segment perut. Hama ini bekerja dengan cara menusuk dan menghisap epidermis daun dan buah, selain itu hama ini juga menyerang bunga dan daun muda. Bagian yang terusuk thrips dapat menjadi sumber penyakit. Daun yang telah terinfeksi akan terlihat seperti terbakar
berwarna coklat dan menggelinting. Jika daun yang terinfeksi diketok – ketok diatas kertas putih akan terlihat thrips yang berjatuhan.

Untuk penaganannya potong bagian tunas muda yang telah terinfeksi kemudian bakar, gunakan pewarna warna kuning untuk menagkapnya, lakukan pemangkasan secara teratur, untuk penyemprotan gunakan
BVR atau Pestona.

• Ulat (Phylotroctis sp.)
Hama ulat ini menyerang dengan menggerek pangkal calon malai bunga dengan ciri tubuh berwarna agak coklat. Setelah telur
Phyloctroctis sp . dan dewasa akan menyerang bangian tangkai buah yang masih muda/pentil yang mengakibatkan lapisan absisi tangkai buah akan bernanah kehitaman sehingg buah muda gugur. Hama ini lebih aktif pada malam hari.

Untuk pengendaliannya lakukan penyemprotan menggunakan
Pestona.

• Seed Borer, Noorda albizonalis
Jenis hama ini menyerang dengan menggerek bagian buah ujung atau tengah dan biasanya akan meninggalkan seperti bekas kotoran yang mengakibatkan buah pecah dan buah. Ulat langsung menggerek bagian biji sehingga buah menjadi busuk dan kemudian jatuh.

Hama ini berebeda dengan Black Borer yang menggerek bagian pangkal buah dan lubang penggerekan ulat tersebut dapat menjadi sebagai sumber penyakit.
Untuk penanggulangannya dengan melakukan pembungkusan pada buah, kumpulkan buah yang telah terinfeksi, penyemprotan menggunakan Pestona.

• Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
Hama wereng menyerang pada saat malai bunga stadia bud elongation. Hama wereng dan Nimfa akan menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan yang terdapat pada bunga. Akibatnya bunga menjadi kering sehingga proses penyerbukan dan pembentukan buah menjadi terganggu dan bunga akan mati.

Kasus ini akan diperparah apabila cuaca dalam keadaan panas yang lembab. Serangan hama ini akan berdampak juga terhadap tumbuh dan berkembangnya jenis penyakit lain yakni embun jelaga (sooty mold) . Dengan keluarnya embun madu dari hama wereng yang berakibat
phytotoxic pada tunas, bunga serta daun.

Untuk penanggulangannya lakukan pengasapan atau semprot menggunakan BVR atau Pestona . Lakukan penyemprotan tersebut pada sore hari atau sebelum bunga mekar.

• Lalat Buah (Bractocera dorsalis)
Buah yang telah terinfeksi pada mulanya akan nampak titik hitam, kemudian pada sekitar titik tersebut akan menjadi kuning, kemudian buah menjadi busuk dan terjadi perkembangan larva. Hama ini memiliki sifat agravator, yakni akan memicu serangan hama sekunder lainnya (Drosophilla sp. ), bakteri dan jamur.

Penanggulangan hama ini dengan melakukan pembungkusan buah, memasang perangkap lalat buah.

• (Colletotrichum sp.)
Ciri dari penyakit ini adalah adanya bintik hitam pada daun, buah, malai dan flush. Serangan hama ini akan diperparah jika keadaan terlalu lemab, berawan, hujan terjadi pada masa berbunga, embun pada malam hari yang banyak. Jika bunga telah terinfeksi berdampak akan gagal panen karena akan terjadi kerontokan pada bunga.
Penanggulangannya dengan melakukan pemangkasan, penanaman bibit tidak terlalu rapat, kumpulkan bagian tanaman yang telah terinfeksi dan dibakar. recifensis

Penyakit ini memiliki panggilan lain yakni Blendok. Vektor dari jenis penyakit ini yaitu kumbang Xyleborus Affinis. Kumbang akan membuat lubang pada batang atau cabang yang kemudian cendawan Diplodia akan masuk kedalam lubang tersebut. Pada bagian luar tempat dari kumbang yang menggerek akan muncul Blendok (getah).

Itulah beberapa jenis penyakit atau hama yang menggangu pertumbuhan tanaman mangga.

Untuk beberapa jenis penyakit atau hama lainnya antara lain:

•embun jelaga (jamur Meliola mangiferae ),

•bercak karat merah (ganggang
Cephaleuros sp. ),

•kudis/scab (Elsinoe mangiferae ).

**Sebagai catatan,

jika penendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi, dapat menggunakan pestisida kima sesuai dengan anjuran.

Untuk penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang gunakan Perekat Dan Perata AERO 810 , dengan dosis pemakaian kurang lebih 5 ml atau setengah tutup botol per tangki.

Untuk penyemprotan herbisida/gulma supaya lebih efektif dan efeisien campurkan AERO 810 dengan dosis sekitar 5 ml atau setengah tutup botol per tangki.

••PANEN DAN PASCA PANEN BUAH MANGGA

Untuk pemanenan buah dilakukan antara usia 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak dan pada jam 09.00 – 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah nya kurang lebih setengah hingga 1 cm.
Demikian teknik budidaya mangga yang dapat kami sampaikan. Semoga dengan teknik tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas budidaya mangga menjadi lebih baik kembali.

------------------------------------------

untuk pemesanan pupuk organik nasa
CONTACT: inbox / pin 5C3C4282 / whatsapp only 087705222697

PENYEBAB Tanaman Tak Mau Berbuah.

Menanam tanaman buah di pekarangan rumah memang menyenangkan, selain membuat udara sekitar bertambah sejuk hasilnya pun dapat kita konsumsi atau jual untuk tambahan penghasilan. Namun apa jadinya kalau tanaman mogok berbuah? Tentu saja hasil yang kita harap-harapkan tak akan kunjung tiba.


Nah, sebelum mencari tahu penyebab tanaman enggan berbuah ada baiknya kita ketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu tanaman agar dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang diharapkan.


Syarat Tanaman Agar Cepat Berbuah

1. Sifat tanaman harus sudah kita kenal betul, apakah bibit yang kita tanam memang merupakan bibit tanaman unggul yang mampu berbunga. Artinya, bibit tanaman tersebut bukan merupakan bibit keturunan tanaman mandul.

2. Makro-klimat tanaman terpenuhi. Artinya, lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, unsur hara, curah hujan, maupun sinar matahari. Unsur hara yang paling berperanan dalam proses pembungaan adalah unsur P (phosfor), oleh karena itu unsur ini harus betul-betul tersedia.


3. Mikro-klimat tanaman terpenuhi. Lingkungan di sekitar tanaman sehat dan memenuhi syarat hidup tanaman. Yang termasuk mikro-klimat antara lain keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, kelembapan udara, dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit.

4. Keadaan tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.


Setelah kita yakin benar bahwa tanaman buah-buahan kita telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka kita bisa segera melakukan berbagai perlakuan untuk mempercepat terjadinya pembuahan.

Misalnya dengan melakukan pemangkasan, pelukaan batang, pengairan, pemberian hormon, dan sebagainya. Tentu saja bibit yang kita tanam pun harus merupakan bibit hasil perbanyakan secara vegetatif (seperti: cangkokan, okulasi, stek dll).


Kegagalan Tanaman untuk Berbuah


Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah, tentu ada penyebab lain di luar syarat-syarat tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tanaman mogok atau gagal berbuah, yaitu:


1. Tanaman memang belum mencapai batas umur untuk berbuah. Batas umur untuk berbuah ini bergantung pada jenis tanaman itu sendiri.


2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) terlalu berlebihan, sehingga tanaman masih tumbuh terlalu lebat dan terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari sehingga proses fotosintesis kurang menghasilkan karbohidrat, akibatnya penimpunan karbohidrat pun tidak maksimum sehingga bunga yang terbentuk sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.


3. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang bunganya hanya bisa menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (misalnya pohon wuni, rukem, dan sebagainya).


4. Tanaman yang kita miliki merupakan jenis pohon yang berbuah bila bunganya mendapat sari bunga dari pohon yang sejenis, misalnya beberapa jenis pohon alpukat.


5. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen.


6. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur. Misalnya pada pohon kelapa.


7. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi pada akhirnya buah yang dinantikan tak juga kunjung muncul, ini dapat disebabkan oleh gugurnya bunga karena:

- kurangnya nitrogen dalam tanah,
- kurangnya air dalam tanah,
- batang bawah bibit hasil okulasi yang kurang baik,
- dan adanya serangan hama dan penyakit,
- hujan yang terlalu deras, angin yang terlalu kencang, kemarau yang panjang, dan sebagainya,
- penyemprotan pupuk daun dan power nutrition yang tidak tepat waktunya. Dalam hal ini adalah penyemprotan yang dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Jadi sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan pada saat tanaman sedang berbunga. Pemberian Power Nutrition pada saat bunga belum muncul minimal 2 bulan sebelum tanaman berbunga.

Usaha Penanggulangan

Bila ternyata tanaman buah-buahan yang kita miliki tidak memenuhi syarat tanaman agar menghasilkan buah, sebaiknya kita segera melakukan usaha-usaha demi mengatasi hal-hal yang menjadi penyebab tanaman ngadat, tidak mau berbuah. Misalnya, tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu tidak sesuai dengan lingkungannya, iklim tidak cocok, curah hujan tidak sesuai, dan lain sebagainya, maka mau tidak mau tanaman tersebut harus dibongkar dan diganti dengan tanaman buah-buahan lain yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan.

Apabila tanaman milik kita termasuk jenis yang tidak menyukai banyak air, misalnya mangga, jambu biji, jambu monyet, maka jalan yang harus kita lakukan adalah mengadakan pembuangan air yang menggenanginya. Hal ini bisa kita laksanakan dengan membuat saluran yang cukup dalam di sekitar tanaman, sehingga bila turun hujan deras air tidak sampai tergenang.


Tanaman yang tumbuh terlalu subur dengan daun-daun yang lebat dan rimbun sebaiknya segera dipangkas dan dikurangi, terutama ranting yang membalik ke arah batang, begitu pula ranting yang tumbuh bersilangan. Sedangkan untuk mengurangi kesuburannya, bisa kita lakukan dengan jalan membuang kulit batang selebar lebih kurang 1 cm di sekeliling batang. Selain itu ada cara lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan memangkas sebagian akar. Ujung-ujung akar bisa dipotong dengan menggunakan singkup atau cangkul. Yang harus diperhatikan adalah bahwa akar-akar yang dipotong jangan sampai terlalu banyak, karena dikhawatirkan tanaman malah akan mati.


Untuk pangkal bawah yang kurang bagus, meskipun tanaman telah tumbuh baik tetapi bagaimanapun juga tanaman itu tetap harus dibongkar dan diganti dengan jenis pohon yang lebih cocok serta sesuai dengan batang atas. Begitu pula bila tanaman terserang hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gugurnya bunga dan bakal buah. Masalah tersebut harus segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida, penyuntikan, dan sebagainya.

--------------------------------
Richyss store || JUAL PUPUK ORGANIK NASA
pin : 5C3C4282
Wa  : 087705222697

Fp : https://m.facebook.com/RichyssSHOP/

Budidaya ikan Lele, Patin, Nila, Mas, Gurame, dll"

Produk NASA yang digunakan:

* Viterna (Vitamin Ternak Natural) 500 cc

* Hormonik (Hormon Organik) 100 cc

* TON (pupuk Tambak Organik Nusantara) 250 gr

1 botol VITERNA + 1 botol Hormonik = 600 cc = cukup untuk campuran 150 Kg pakan apa saja. Untuk menghemat biaya pilih pakan yang paling murah, misalnya dedak / bekatul. Meski pakannya biasa-biasa aja namun jika dicampur suplemen Viterna + Hormon Organik kebutuhan protein & nutrisi sudah lebih dari mencukupi.

Tidak perlu pilih-pilih pakan terapung segala, meski pakan tenggelam kalau nafsu makan ikan bagus pasti dilahap sampai habis.

Cara pakai:

1.VITERNA & HORMON ORGANIK digunakan sebagai suplemen campuran pakan ikan. Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol HORMONIK 100 cc. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 2,5 Kg pakan apa saja. Cukup diberikan 1 x sehari.

2.TON (Pupuk Tambak Organik Nusantara) digunakan sebagai pupuk kolam / tambak. Campurkan air 10 liter + 1 sendok makan TON siram-siramkan secukupnya setiap 2 minggu / 1 bulan sekali.

* Tips & trik:

Jika ingin target hasil panen optimal, target bobot 1 Kg per ekor. Caranya campur jadi satu wadah, VITERNA + PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA + HORMON ORGANIK. Campur 10 cc dengan pakan apa saja. 1 x sehari.

1 botol VITERNA 500 cc+ 1 botol POC NASA 500 cc + 1 botol HORMONIK = 1.100 cc = cukup untuk 300 Kg pakan = cukup untuk sekitar 200 ekor.

Manfaat Viterna + Hormonik

Meningkatkan nafsu makan ikan, ikan tidak stress, sehat, tahan penyakit, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging ikan bermutu tinggi karena rendah kolesterol.

Manfaat TON (Pupuk Tambak Organik)

Cepat menumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang disukai ikan, menetralkan & menguraikan senyawa beracun / gas-gas beracun berbahaya, menyelaraskan ekosistem tambak / kolam, mempercepat pertumbuhan ikan, menyediakan suplai oksigen terlarut dalam air sehingga ekosistem kolam manjadi sehat.

IKAN BAWAL umur 67 hari, Berat 600 gram. Produk NASA yang digunakan: VITERNA, POC NASA, dan HORMONIK di Karamba Jala Apung Waduk Cirata. IKAN BAWAL DARI DANAU CIRATA, warnanya merah dan peraknya cerah, menggoda selera, badannya bulat, dagingnya tebal, bila dimasak atau dibakar hmmm… yummy. Kuncinya : 10 viterna+ 8 POC NASA + 8 HORMONIK, 3500 Kg pakan, 19.000 bibit. Prosentasi yang tinggi dan rasa bawal nan gurih menjadikan petambak lebih bergairah dan konsumenpun puas dengan rasa dan daging ikan bawal yang memang tiada duanya..Cobain ikan bawal dengan teknologi organik NASA, dijamin ..ketagihan..

===============================
Pemesanan (fast respon)
Pin 5C3C4282
Wa  087705222697

Cara Budidaya terong dg Pupuk Nasa

A. PENDAHULUAN

Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.

PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3,
yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

B. SYARAT TUMBUH

Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
Suhu udara 22 – 30o C
Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
Sinar matahari harus cukup
Cocok ditanam musim kemarau.

C. PEMBIBITAN

*Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit

*Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah

*Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm

*Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian

*masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1

*Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang
Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya

*Siram persemaian pagi dan sore hari
Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali

*Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan
Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan

D. PENGOLAHAN LAHAN

•Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun.
Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.

•Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan.
Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit.

•Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah.

Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha

**dengan cara :

Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan.

Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan.

Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam.

Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam.

Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari.
Biarkan selama seminggu sebelum tanam.

Buat lubang tanam dengan jarak 60×70 cm / 70×70 cm.

""E. PENANAMAN

Waktu tanam yang baik musim kering
Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

F. PENGAIRAN

Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

G. PENYULAMAN

Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit.
Penyulaman maksimal umur 15 hari.

I. PEMASANGAN AJIR (TURUS)

Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran.
Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
Tancapkan secara individu dekat batang.
Ikat batang atau cabang terong pada turus.

J. PENYIANGAN

Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

L. PEMUPUKAN

Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat.


Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman.

Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

M. PERAWATAN

Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh

N. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

1. Hama

1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja

Cara pengendalian;
kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

2. Kutu Daun (Aphis spp.)
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
Sebagai vektor atau perantara virus

Cara pengendalian;
mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.

Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh

Cara pengendalian;
kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

5.Ulat Grayak
(Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.

Cara pengendalian;
mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.

Cara pengendalian;
kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

2. Penyakit

1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak

2. Busuk Buah
Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati
Cara pengendalian Penyakit:
Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt, Pencegahan sebarkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.

O. PEMANENAN

Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.





===============================
JUAL PUPUK ORGANIK NASA
& HERBALIST NASA

pemesanan (fast respon)

Pin BBM :5C3C4282
WHATSAPP : 087705222697